image

Lagi viral gambar di atas. Sebagian besar gw setuju sama infografis di atas. Cuman ada beberapa tambahan/revisi/masukan dari gw bagi lo semua yang mau lanjut S2 atau S3:

1. Lanjut s3 itu bukan berarti cuman bisa atau harus jadi dosen. Tp inti dari s3 itu adalah ‘how to be an excellent researcher’. Dosen itu salah satu opsi karir untuk para doktor tapi secara lebih luas, pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan tenaga peneliti pasti akan sangat membutuhkan dan memang idealnya diisi oleh para doktor agar kualitas penelitiannya lebih terjamin dan makin berkualitas. Selain itu, banyak orang Indonesia juga salah kaprah menganggap bahwa seorang doktor itu ilmunya selangit dan tahu segalanya. Anggapan itu kurang tepat. Jenjang doktor itu mengarahkan kita untuk menjadi ahli di suatu bidang yang sangat spefisik. Doktor bidang ekonomi belum tentu orang tersebut akan memahami segala topik dan sub-topik tentang ekonomi secara mendalam. Ada ekonom yang ahli di bidang ketimpangan, ada yang di bidang moneter, ada yang di bidang fiskal, dll. Begitu juga dengan jurusan lain, serupa. Program doktoral akan mendidik mahasiswanya untuk memahami suatu field secara mendalam. In short, kalo emang pilihan karir lo bukan di bidang penelitian, no point you take PhD degree.

2. Di sisi lain, buat anak-anak Indonesia, jenjang S2 itu menurut gw hukumnya sunnah muakkad (highly recommended) buat semua yang mampu lanjut S2, termasuk bagi lo yang mau jadi professional/karyawan. Kecuali kalo lo mau jadi pengusaha, mungkin sifatnya jadi turun derajat jadi mubah (boleh, monggo, if you want, dsb). Lanjut S2, apalagi kalo bisa di luar negeri, selain nambah ilmu akademik lo, memahami bagaimana dunia ini bekerja secara lebih mendalam, lo juga akan mendapatkan pengalaman hidup di luar negeri yang priceless. Mulai dari berinteraksi dengan beraneka budaya, agama dan etika dari berbagai negara. Itu akan membuat lo jadi pribadi yang jauh lebih dewasa dalam menyikapi sesuatu. Kuliah di luar negeri juga akan membuat kita melihat dan belajar secara langsung betapa tertinggalnya negara kita dari hampir semua aspek kehidupan, peradaban kita lumayan jauh tertinggal. Selain itu, opportunity cost (pengorbanan) yang lo berikan untuk lanjut s2, waktu, tenaga dan pikiran ga sebesar ketika lo lanjut s3. Maksimal s2 cuman 2 tahun, bahkan banyak program yang cuman 1 tahun. Perkara kapan waktu yang paling tepat lanjut s2, itu terserah lo. Lo tahu apa yang terbaik buat lo. Bahkan, kalo emang ga mau lanjut s2, juga silahkan kalo emang itu yang terbaik menurut lo. No pressure. Tapi, gw sangat menyarankan untuk miliki pengalaman merantau di negeri orang. Trust me, this is a priceless experience!

Merantaulah…

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing  (di negeri orang).

Merantaulah…

Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.

Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa..
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akam kena sasaran.

Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam..
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.

Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang).
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.
Jika bijih memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni.

-Imam Syafii-

Advertisements