Pusing saya akhir-akhir ini lihat postingan baik di FB atau WA terkait aksi esok hari, Aksi terkait membela islam sebagai respon pernyataan kontroversial Ahok tentang  surat Al-Maidah ayat 51. Seperti biasa, dalam aksi-aksi seperti ini banyak orang catut sana-sini. Gerakan ini didukung oleh A, B dan C, padahal jelas-jelas organisasi tersebut tidak bilang seperti itu alias dipelintir.

Lebih pusing lagi, saya tidak habis pikir, kebanyakan teman-teman saya baik di FB atau WA adalah mereka yang berpendidikan tinggi, dan lulusan kampus-kampus ternama tetapi terkait hal ini banyak yang tidak menyaring dengan benar info-info yang masuk. Sedih dan Ironis.

Bagaimana pun, segala macam demonstrasi/aksi adalah gerakan politik, terlebih dalam konteks demo 4 November 2016 kali ini, menurut penglihatan saya, kadar politiknya lebih kental dibanding kadar agamanya itu sendiri. Jika saudara tidak sependapat dengan saya, monggo, silahkan dan woles aja tapi penglihatan saya yaa seperti itu (no offense). Terlebih, isu ini sangat lah sensitif dan juga politis. Saking sensitif dan politisnya, wajar jika ketiga representasi utama muslim di Indonesia, MUI, NU dan Muhammadiyah pun pada akhirnya jaga jarak terkait aksi ini, bahkan mereka sampai membuat klarifikasi terkait isu ini.

Singkat kata, saya hendak memberikan hormat saya setinggi-tingginya bagi para petinggi MUI, NU dan Muhammadiyah, di tengah gejolak yang berpotensi memecah kita sebagai suatu bangsa, kalian tetap menjadi benang yang merajut ke-bhinekaan Indonesia. Terus lah seperti itu dan jangan pernah lelah menjadi perajut bangsa kita.

Note: Berikut di bawah ini adalah tautan-tautan terkait sikap resmi ketiga ormas tersebut.

Advertisements